Publikasi konten cerdas stop data manipulasi dan pembodohan massa

Sebuah publikasi yang baik tidak menampilkan kebohongan atau tujuan terselubung yang menyesatkan. Publikasi dapat dikatakan cerdas jika mampu menyiratkan tujuan baiknya. Konten dinilai cerdas saat mampu menyajikan materi/ topik yang baik dengan penyajian menarik. Tanpa maksud mengurui, meremehkan ataupun memojokan pihak-pihak tertentu. Publikasi konten cerdas tidak memperolok olok dan membuat pembacanya resah dan dibayangi ketakutan.

konten publikasi

Stop publikasi konten yang kedengarannya cerdas namun tidak berkualitas. Mulailah berpikir untuk menciptakan publikasi konten yang benar-benar cerdas dan mencerdaskan. 

Kemudahan sarana dan media saat ini memberi kemudahan bagi siapa saja untuk mempublikasikan konten di internet. Di media sosial, di website bertebaran konten-konten kurang cerdas yang mampu mempengaruhi, menjatuhkan bahkan merusak mental penikmatnya.

Semua orang bisa mengakses internet, bahkan anak usia sekolah dasarpun sudah bermain gadget sudah biasa pergi ke warnet. Bagaimana mental generasi bangsa jika konsumsi mereka adalah publikasi konten yang tidak sepenuhnya berkualitas. Internet itu dunia global, jika penggunanya tidak pintar dan selektif malah bisa jadi korban internet.

kualitas konten
Melihat yang seperti ini saya sedih dan miris sekali. Semoga kekawatiran saya akan penyebaran konten pembodohan massa tidak berlanjut terjadi. Apa kabar generasi bangsa kita jika konsumsinya lebih banyak topik yang kurang cerdas?

Apa tolak ukur publikasi konten dikatakan baik dan cerdas?

1. Konten cerdas itu tampil transparant

Ini tips saya bagikan untuk para netizen agar lebih cerdas dalam berinternet.

Menggunakan internet sebagai sumber informasi sah sah saja. Sebagai pengguna anda juga harus mampu membedakan yang mana konten baik dan mana konten yang kurang baik. Sebuah publikasi konten yang mampu menyampaikan idenya secara transparant jauh lebih dapat dipercaya.

Transparant dalam artian tidak ada hal-hal yang sengaja disembunyikan. Transparant berarti tidak memiliki niat buruk terselubung di balik publikasi konten yang dibuat. Seperti penipuan, sensasi atau hanya untuk menarik traffic pengunjung tanpa berpikir akibat jangka panjang.

Saya ambil satu contoh realita yang terjadi “Pembodohan melalui program dapatkan uang online dengan cepat”. Korban konten beginian ada banyak, banyak!!. Bahkan yang jelas-jelas sudah menjadi korban masih saja turut membagikan konten untuk merekrut anggota lain agar masuk ke lingkaran setan pembodohan yang sama.

Tidak semua konten tentang bagaimana mendapatkan uang online itu benar. Bahkan banyak yang tidak transparant, banyak hasil rekayasa, hasil manipulasi data.

Siapa yang tidak tergiur dengan cara mudah mendapatkan uang melalui internet? semua juga mau apalagi caranya mudah hasilnya tinggi. Tapi sebagai pembaca internet yang cerdas, kembali mainkan logika sebelum memakan mentah-mentah apa yang tersaji di internet. Jika informasi tidak transparant mulailah berpikir. Jika data dan informasi dipamerkan transparan, hati-hati dengan data hasil manipulasi.

2. Konten cerdas itu menyajikan materi yang membaikan

Ada berbagai kategori materi yang tersebar di internet. Ada yang menghibur, menegangkan, menginspirasi, mendidik, memprovokasi sampai membodo bodoi. Yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu konten publikasi provokatif dan pembodohan. Coba anda posisikan diri sebagai seorang pengamat konten internet. Ada banyak publikasi konten yang harusnya di saring terlebih dahulu sebelum ditebar ke publik. Karena tidak semua kalangan masyarakat siap dengan perkembangan jaman. Banyak orang sudah menggunakan internet namun tidak paham etika berinternet yang baik.

Hiburan hasil settingan yang membodoh bodohi, main fisik tampak kurang elegan. Isu-isu yang menyertakan pendapat-pendapat provokatif, video drama khayalan tingkat tinggi sampai pada konten vulgar yang bertentangan dengan budaya Indonesia. Semua itu dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Sampai saat ini konten yang dikonsumsi masyarakat belum ada filtrasi yang ketat. Jika kondisi ini berlangsung lebih lama lagi, kasian generasi muda bangsa. Mereka tumbuh dengan ekspektasi hidup ala drama. Ingin hidup enak dan senang-senang dan mematok standar hidupnya seperti dalam film. Merasa malu dan ndeso jika tidak mengikuti trend kekinian. Padahal yang kekinian tidak semuanya bagus bagi perkembangan mental.

Kapan revolusi publikasi konten akan dimulai? kapan konten pembodohan berubah menjadi fungsi pencerahan?

Sebagai pengguna internet bijaklah dalam memilih materi yang disajikan. Begitupula dengan para kontributor konten, berkaryalah untuk tujuan yang baik dan bermanfaat.

3. Menyajikan dengan baik

Materinya baik tapi penyajiannya kurang menarik. Penyajiannya menarik namun berisi materi-materi kurang baik, begitulah publikasi konten yang tersebar saat ini. Memadukan materi yang baik dikombinasi dengan penyajian yang baik, itulah yang banyak dicari orang.

Sebuah konten dapat dikatakan cerdas apabila mampu mengemas materi dengan baik dengan cara penyampaian yang menarik, baik dalam bentuk tulisan, video aupun audio. Yang bertujuan untuk memberi informasi, menghibur, memotivasi, memberi solusi sampai pada pencerahan

4. Konten cerdas itu harus mencantumkan sumber dan tujuannya

Publikasi konten yang cerdas dan terpercaya sudah seharusnya menyertakan sumber. Jika itu adalah pendapat dan hasil pemikiran sendiri, nyatakan bahwa konten dibuat berdasarkan pendapat pribadi penulis. Jika konten mengutip dari sumber lain sertakan juga.

Berbagai video yang tersebar di media sosial harusnya menyisipkan tujuan pembuatan videonya, seperti “video ini hiburan semata” atau “diambil dari kisah nyata ” atau “cerita dalam video adalah fiksi hasil imajinasi pembuatnya”. Jadi jelas gitu kasian yang bermental baperan biar bisa tidur tenang.

Bagaimana semoga apa yang saya tulis menjadi inspirasi dan menyadarkan kita semua agar mampu lebih bijak dan cerdas dalam menyikapi konten publikasi yang tersebar bebas di internet.

Jika anda adalah orang tua, awasi anak-anak anda dalam berinternet. Ketahui apa yang sering mereka lihat, apa yang sering mereka buka. Jangan sampai mental anak dibentuk oleh didikan internet yang tidak semuanya mampu membaikan.

 

Bagaimana membangun publikasi konten cerdas?

1. Menentukan arah dan tujuan konten

Sebuah konten dibuat tentu memiliki tujuan. Sisipkan tujuan konten anda pada setiap publikasi . Ini baik untuk mental mental orang yang baperan. Jika konten anda menyertakan adegan aksi sertakan dengan keterangan “dilakukan oleh ahli” atau “harus dalam pengawasan”. JIka anda perhatikan siaran-siaran di tv, pada pojok bawah pasti menampilkan keterangan SU (semua usia), BO (Bimbingan orangtua), OR (Orang tua) atau Remaja. Sayangnya konten internet melupakan itu. 

Anak kecil dengan bebas bisa menonton film remaja tanpa bimbingan orangtua. Bukan kenapa, namun saya prihatin dan kawatir dengan pertumbuhan mental generasi mendatang jika selalu disajikan konten kurang cerdas.

Jika anda adalah kontributor konten online, mari bersama sama kita memperbaiki mental generasi dengan hanya menyajikan konten cerdas. Konten cerdas yang mendidik, menginspirasi, menghibur dan memberi pencerahan.

2. Cerdas dalam memilih materi

Trend topik yang masih tinggi pemintanya di Indonesia adalah konten unik, aneh dan mistis. Sayangnya topik tinggi peminat ini malah cenderung menampilkan informasi hasil rekayasa. Saya ambil contoh “penampakan pocong”, “muncul sosok lain dalam kamera hp”. Dari sisi pandang saya pribadi itu hanyalah rekayasa pembuat konten untuk tujuan popularitas. Itu bisa jadi hasil manipulasi gambar.

Jika yang ditulis adalah fiksi nyatakan bahwa itu fiksi, bukan malah melebih  lebihkan mengatakan “Fakta mengejutkan”, Saya jadi merasa geli, miris dengan konten yang tersebar, parahnya lagi minat masyarakat tinggi dan percaya.

Mari berpikir dan berkarya cerdas

4. Penyajian dan pemilihan kata

Konten yang cerdas selain karena tujuan dan materinya cerdas penyampaiannya juga harus cerdas. Sebuah konten publikasi mengapa bisa menjadi begitu trend? Pertama bisa karena topiknya menarik, kedua karena penyajiannya.

Topiknya tentang makhluk halus didukung dengan gambar manipulasi, ya pembacanya semakin penasaran dan tertarik untuk mencari tahu lebih. Padahal dibalik publikasi konten begitu terselubung niat hanya untuk mendapatkan traffic pengunjung tanpa peduli kualitas dan efek mental yang ditimbulkan.

Sudah lupakan tentang konten pembodohan. Dengan topik cerdas anda pun bisa membuat konten yang trend dan banyak pengunjung.

Kembali kepada cara penyajian, yang harus diingat :

  1. Hilangkan gap dengan pembaca. Jadilah seakan anda dengan pembaca sedang bercakap-cakap. Ini membentuk koneksi yang baik dengan pembaca.
  2. Gunakan kalimat aktif dalam menyampaikan informasi. Kalimat aktif memberi kesan tidak kaku dan sombong. Kalimat aktif mampu menggiring dan menarik orang untuk dapat melakukan.
  3. Pemilihan kata yang tepa. Pergunakan kata-kata yang mampu memerkuat hubungan. Hindari penggunaan kata yang mengesankan anda lebih pintar dari yang diajak berkomunikasi.
  4. Membuat penjabaran dalam bentuk list sehingga struktur konten dengan mudah dimengerti

 

Semoga ini bermanfaat bagi pembaca, sebagai pengguna internet mestilah harus bijak dan cerdas. Begitupula kontributor konten online. Berkaryalah untuk mencerdaskan bangsa. Rumuskan tujuan yang baik dan ajak masyarakat bersama sama agar semakin bijak dalam berinternet

Semangat berkarya untuk perubahan

salam rongrangreng!

 

Leave a Reply

jasa website bergaransi rongrangreng.net

jasa web design bali, jasa SEO, internet marketing dan jasa menulis konten